Menempelkan telapak tangan ke dahi di Buyung atau si Upik bukan cara tepat
untuk menggolongkan suhu badannya panas, normal, atau dingin.
Naiknya suhu tubuh bukan serta merta petunjuk ia harus diminumi obat turun
panas. Dr. Paul Zakaria daGomez, ahli imunologi, menguraikan duduk
persoalannya, termasuk kapan obat turun panas diperlukan.
Setiap hari televisi menyuguhkan pelbagai macam iklan obat penurun panas.
Semuanya mengklaim serba cespleng! Orang tua mana yang tidak cemas kalau
anaknya menderita panas? Nomor satu pasti buru-buru mencari obat penurun
panas, entah dari lemari obatnya sendiri, beli di warung, atau minta
tetangga.
Setiap kali anak kita tidak enak badan, pasti gerakan refleks kita
langsung menempelkan tangan ke dahi atau lehernya. Tapi telapak tangan
sebagai alat pengukur panas sebenarnya bersifat sangat subyektif. Artinya,
ia tidak dapat digunakan sebagai patokan untuk menggolongkan apakah suhu
seseorang panas, normal, atau dingin.
Seseorang dengan metabolisme tubuh rendah atau menderita anemia di mana
suhu tangannya lebih dingin, akan lebih peka bila meraba seseorang yang
suhu tubuhnya tinggi dibandingkan dengan mereka yang metabolisme tubuhnya
normal dan suhu tangannya lebih hangat. Karena tingkat metabolisme dan
mekanisme sirkulasi darah tiap individu bervariasi, sudah tentu mengukur
suhu badan seseorang dengan punggung telapak tangan tidaklah tepat.
Karena itu setiap keluarga hendaknya menyediakan termometer air raksa yang
harganya relatif murah. Alat pengukur panas ini lebih bisa diandalkan.
Dalam keadaan sangat mendesak data tersebut bahkan bisa langsung
dikonsultasikan ke dokter lewat telepon.
Mekanisme kekebalan
Suhu rata-rata tubuh normal dan sehat seseorang menurut beberapa peneliti
barat seperti Becquerel dan Berscher (1835) dan Wunderlich (1868), adalah
37 derajat C.
Suhu tubuh normal seseorang sesungguhnya bervariasi tergantung pada waktu
pengukuran (pagi, siang atau malam), tempat pengukuran (dalam rongga
mulut, di ketiak, atau dalam dubur), faktor usia serta tingkat metabolisme
(sebelum atau sesudah makan, sebelum atau setelah melakukan aktivitas
fisik). Pengukuran suhu dengan termometer lewat rongga mulut atau dubur
akan lebih tepat daripada lewat ketiak.
Suhu tubuh paling rendah pada pagi hari (pukul 5.00 - 6.00) dan paling
tinggi senja hingga malam hari. Perbedaan antara suhu terendah dan
tertinggi bervariasi, sekitar 0,3 C-1,5 C. Semula perbedaan itu diduga
hanya karena perbedaan cuaca, suhu serta kelembapan saja, ternyata juga
karena faktor irama diurnal (saat tidur dan melek) yang berkembang sejak
usia 1 - 2 tahun dan berlangsung terus seumur hidup.
Suhu tubuh rata-rata orang dewasa di bawah 37 C. Seorang peneliti, Horvath
SM dkk. pernah meneliti 54 orang dewasa muda (usia 23 tahun) selama
beberapa bulan dengan kesimpulan, nilai rata-rata suhu rongga mulut pada
pagi hari 36,5 C dan malam hari 36,8 C.
Peneliti lain, Dinarello dan Wolff dari Inggris melaporkan, hasil
penelitian pada sembilan orang dewasa mudah (22 tahun), dalam seharinya
rata-rata suhu badan mereka 36,6 C dengan nilai terendah 36,4 C dan
tertinggi 36,8 C. Suhu rata-rata rongga mulut orang tua lebih rendah
daripada orang muda, tetapi suhu duburnya sama.
Padahal suhu anus biasanya lebih tinggi daripada suhu rongga mulut.
Perbedaan ini sangat bervariasi. Pada orang muda, suhu lubang keluaran itu
rata-rata 0,56 C lebih tinggi daripada suhu rongga mulut.
Pada anak usia kurang dari 12 tahun, suhu tubuh waktu malam hari sering
lebih tinggi, rata-rata 37,4 C. Sebagai pedoman kasar, suhu tubuh anak
yang tidak melebihi 38 C (antara 36 C - 38 C) tidak perlu dirisaukan
karena belum merupakan indikasi untuk diberi obat penurun panas. Karena
sebenarnya suhu yang agak panas malah diperlukan untuk pertumbuhan dan
sebagai salah satu mekanisme untuk mempertahankan tubuh dari serangan
infeksi atau masuknya benda asing ke dalam tubuh.
Hal ini pernah dikemukakan oleh seorang ahli imunologi - infeksi dari
Belanda, van den Meer. Kemudian, ia mengingatkan hendaknya pemakaian obat
penurun panas terlalu dini berarti tidak memberikan kesempatan pada tubuh
untuk melaksanakan fungsi mekanisme pertahanan tubuh (kekebalan). Kalau
jamur yang sedang tumbuh (misalnya pada oncom dan tempe) menghasilkan
panas dan membutuhkan kalori, demikian pula manusia. Tumbuh kembang anak
lebih pesat daripada orang dewasa sehingga secara otomatis menghasilkan
panas lebih banyak pula.
Menurunkan panas tanpa obat
Untuk mengatasi demam, lebih baik mengusahakan dulu dengan menyeka seluruh
permukaan tubuh beberapa kali (terutama sewaktu suhu tubuh meningkat)
dengan handuk kecil dibasahi air hangat.
Tindakan ini akan melancarkan sirkulasi darah dan membuka pori-pori kulit
sehingga memberikan kesempatan panas keluar dari tubuh ke lingkungan
sekitarnya. Ruang ventilasi yang baik di mana udara berlangsung secara
teratur atau kamar ber- AC, sangat dianjurkan untuk merawat penderita
demam.
Pakaian yang sudah basah karena keringat hendaknya segera diganti dengan
yang kering. Sebaiknya dari katun yang lebih mengisap keringat, bukan yang
sintetis. Bila usaha ini tidak berhasil dan suhu badan mencapai 38 C,
barulah penderita diberi obat penurun panas (anti- piretika). Dosis obat
penurun panas jenis asetaminofen, yang umum dijual di warung atau apotek
seperti Tempra, Panadol, Parasetamol, dll adalah 10 mg/kg berat badan/hari
dibagi 3 dosis (diminum 3 kali sehari).
Bila sudah diberi obat penurun panas dua kali tetapi suhu badan tetap
belum turun juga, berkonsultasilah ke dokter. Mungkin demam yang diderita
bisa karena infeksi bakteri yang agak berat yang tidak bisa mengandalkan
mekanisme kekebalan tubuh atau obat penurun panas saja, tapi memerlukan
obat antibiotika. Biarlah dokter yang menentukan pemilihan obatnya.
(intisari)
Jumat, 09 Mei 2008
Senin, 05 Mei 2008
Merupakan Notulen Seminar "Fever In Children" dengan pembicara dr. Purnamawati
DEMAM
Demam adalah kondisi dimana otak mematok suhu di atas setting normal yaitu di
atas 38C. Namun demikian, panas yang sesungguhnya adalah bila suhu > 38.5C.
Akibat tuntutan peningkatan setting tsb maka tubuh akan memproduksi panas.
3 FASE DEMAM:
1. menggigil - sampai suhu tubuh mencapai puncaknya,
2. lalu menetap
3. dan baru akhirnya turun
BAGAIMANA DAN MENGAPA TIMBUL DEMAM?
~ Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya suatu molekul kecil di dalam tubuh kita yang disebut dg PIROGEN - ZAT PENCETUS PANAS.
~ Apa yg menyebabkan terjadinya peningkatan pembentukan pirogen? Banyak, seperti infeksi, radang, keganasan, alergi, teething, dll.
INFLAMMATION - FEVER
Pertama, RADANG. Apa sih radang itu? Infeksi?
1. Dalam bahasa inggris, radang adalah INFLAMMATION, bukan infection. Dengan demikian, radang bisa disebabkan oleh infeksi tetapi bisa juga bukan karena infeksi.
2. Kalau karena infeksi, bisa infeksi kuman (bakteria) atau karena infeksi virus, jamur,parasit; tetapi kebanyakan infeksi pada bayi dan anak disebabkan oleh virus.
3. Apa penyebab radang yang bukan infeksi? Bisa alergi (yang tersering), bisa juga trauma, tumbuh gigi (teething), atau karena penyakit autoimun (ada kesalahan "program" di dalam tubuh dimana organ tubuh dikira sebagai "musuh" dan diserang oleh sistem imun.
Kedua, INFEKSI itu apa?
1. Infeksi adalah masuknya jasad renik (micro organisms atau mahluk hidup yg sangat kecil yang umumnya tidak dapat dilihat dengan mata) ke tubuh kita.
2. Masuknya micro-organisms tersebut belum tentu menyebabkan kita jatuh sakit, tergantung banyak hal antara lain tergantung seberapa kuat daya tahan tubuh kita.
3. Bila sistem imun kita kuat, mungkin kita tidak jatuh sakit atau kalaupun sakit, ringan saja sakitnya, bahkan tubuh kita selanjutnya membentuk zat kekebalan (antibodi). Mikro organisme atau jasad renik tsb bisa kuman/bakteri, bisa virus, jamur, dll
Ketiga, DEMAM. Apakah demam itu PENYAKIT ATAU GEJALA?
1. Demam bukan penyakit, demam adalah gejala bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di dalam tubuh kita. Batuk, muntah, diare juga bukan penyakit, melainkan gejala. Berhadapan dengan gejala-gejala tersebut, yang terpenting adalah mencari tahu APA PENYEBABnya.
2. Apakah DEMAM ITU PASTI INFEKSI? Belum tentu, meski yang terbanyak adalah akibat infeksi. Pada bayi dan anak kebanyakan adalah infeksi virus.
MENGAPA KALAU INFEKSI HARUS DEMAM?
Sudah terbukti bahwa demam sengaja dibuat oleh tubuh kita sebagai upaya membantu tubuh menyingkirkan infeksi.
Pd saat terserang infeksi, maka tentunya tubuh harus membasmi infeksi tsb. Caranya? Dengan mengerahkan sistem imun. Pasukan komando untuk melawan infeksi adalah sel darah putih dan dalam melaksanakan tugasnya agar efektif dan tepat sasaran, sel darah putih tidak bisa sendirian, diperlukan dukungan banyak pihak termasuk pirogen. Pirogen itu membawa 2 misi:
1. Mengerahkan sel darah putih atau leukosit ke lokasi infeksi
2. Menimbulkan demam yang akan membunuh virus karena virus tidak tahan suhu tinggi, virus tumbuh subur di suhu rendah.
DIMANA PERAN OBAT PENURUN PANAS?
1. Obat penurun panas, bekerja menghambat ensim Cox - sehingga pembentukanprostaglandin terganggu-yang selanjutnya menyebabkan terganggunya peningkatan suhu tubuh.
2. Obat penurun panas samasekali tidak mengobati si penyebab demam itu sendiri.
3. Obat-obatan yang justru dapat meningkatkan suhu tubuh Anti-cancer, Antibiotics (ampicillin, clox, tetra, lincomycin, Bactrim, Septrim, INH, Flagyl), Cimetidine, Primperan
Cara mengatasi demam
1. Minum banyak, karena demam dapat menimbulkan dehidrasi (baca "kerugian yg dapat terjadi karena demam").
2. Kompres anak dengan air hangat.
Kok bukan dengan air dingin? karena apabila diberi air dingin, otak kita akan menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas. Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas.
Sebaiknya kompres dilakukan ketika: anak merasa uncomfortable, suhu mencapai 40C, pernah kejang demam/keluarga dekat pernah menderita kejang demam atau anak muntah2 sehingga obat tidak bisa masuk. Cara melakukan kompres: taruh anak di bath tub mandi dengan air hangat (30-32C) atau usapkan air hangat disekujur tubuh anak. Kalau anak menolak, duduk di bath tub beri mainan & ajak bermain.
3. Beri obat penurun panas, acetaminophen atau paracetamol seperti tempra, panadol, atau paracetol, tylenol, sesuai dosis. Kapan obat penurun panas diberikan? Bila suhu di atas 38.5C, atau bila anak uncomfortable. Sebaiknya jangan berikan obat demam apabila panasnya tidak terlalu tinggi (dibawah 38.5C).
COMPLICATIONS
Demam itu umumnya justru dibutuhkan sebagai salah satu bentuk perlawanan tubuh terhadap infeksi.
Tetapi apakah ada sisi negatifnya? Kerugian yang bisa terjadi akibat demam:
1. Dehidrasi - karena pada saat demam, terjadi peningkatan pengeluaran cairan tubuh sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.
2. Kejang demam, tetapi kemungkinannya sangat kecil. Selain itu, kejang demam hanya mengenai bayi usia 6 bulan sampai anak usia 3 tahun. Terjadi pada hari pertama demam, serangan pertama jarang sekali terjadi pada usia < 6 bulan atau > 3 tahun. Gejala: anak tidak sadar, kejang tampak sebagai gerakan2 seluruh tangan dan kaki yang terjadi dalam waktu sangat singkat. Umumnya TIDAK BERBAHAYA, tidak menyebabkan KERUSAKAN OTAK.
PRINCIPLES IN FEVER MANAGEMENT
Apa yang terpenting dalam menghadapi anak demam?
1. Mencari tahu apa penyebab panasnya.
2. Dengan mengetahui permasalahan, maka kita dapat bertindak secara rasional.
Prinsip utama tata laksana demam (sesuai panduan Mayo Clinic USA) :
1. Orang tua tidak perlu panik, umumnya demam tidak membahayakan jiwa. Hal utama yang perlu dilakukan adalah mengamati perilaku anak. Bila saat suhu agak rendah anak masih tetap aktif, masih riang, masih mau main, maka kita tidak perlu cemas.
2. Jangan memberikan obat panas bila demam tidak tinggi
3. Cegah kemungkinan terjadinya dehidrasi
4. Mengetahui kapan harus cemas dan harus menghubungi dokt
Di lain pihak, setiap penyakit itu ada nature nya masing2, misalnya common cold - 3 - 10 hari - ya jangan minta 1-2 hari sembuh. Kita tidak bisa melawan alam.
American Academy of Pediatrics - membuat rekomendasi penanganan demam dengan
mencantumkan kondisi-kondisi dimana orang tua harus menghubungi dokternya:
1. Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh ³ 38C
2. Bila bayi berusia 3 - 6 bulan dengan suhu tubuh ³ 38.3C
3. Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh ³ 40C
Beberapa kondisi lainnya dimana anda perlu berkomunikasi dg dokter
1. Tidak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi
2. Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
3. Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)
4. Kejang
5. Kaku kuduk leher,
6. Sesak napas
7. Gelisah, muntah, diare
8. Sakit kepala hebat
Dengan demikian, pemeriksaan laboratorium pada hari pertama demam, umumnya tidak diperlukan kecuali pada kondisi seperti yang dikemukakan di atas.
Panduan praktis menangani anak demam:
1. Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju yang tidak tebal
2. Ekstra cairan, Minum sering:
- Air, air sup, jus buah segar yang sudah dicampur air, es batu, es krim
- Bila sering muntah atau diare, beri minuman yg mengandung elektrolit: pedialyte, oralit
- Biarkan anak memakan apa yang dia inginkan, jangan dipaksa. Hindarkan makanan yang berlemak, makanan yang sulit dicerna.
3. Tepid sponging (kompres air hangat)
Anak tidak masuk sekolah, tetapi bukan berarti harus di tempat tidur seharian.
SPONGING TO EASE FEVER
- Tidak jarang orang tua terperangah bila saya tidak memberikan obat dan menyatakan cukup kompres saja.
- Kompres hangat akan menurunkan suhu anak dalam waktu 30 - 45 menit.
- Kapan kita mengompres anak demam?
1. Uncomfortable
2. Suhu ³ 104F (40C)
3. Pernah kejang demam atau keluarga dekat pernah menderita kejang demam
4. Muntah-muntah sehingga obat tidak bisa masuk
Bagaimana cara mengompres anak demam?
1. Taruh anak di bath tub/ember mandi yang diisi air hangat bersuhu 30 - 32C; atau
2. Usapkan air hangat di sekujur tubuh bayi/anak
Bila anak menolak, suruh duduk di ember/bath tub, beri mainan, ajak bermain
MANAGEMENT OF FEBRILE CONVULSION
Orang tua sering sulit membedakan antara menggigil dengan kejang.
- Pada saat anak menggigil, anak tidak kehilangan kesadaran, tidak berhenti napasnya. Anak menggigil karena suhu demamnya akan meningkat.
Orang tua juga sulit membedakan antara kejang demam/steup - dg kejang akibat infeksi otak.
- Kejang akibat demam bersifat generalized (melibatkan seluruh tubuh), berlangsung sekejap, setelah kejang - anak sadar.
- Kejang akibat infeksi otak berlangsung lama, berulang-ulang, lehernya kaku, dan sesudah kejang, anak tidak sadar.
Sebaiknya org tua menghitung lamanya kejang dengan watch stop - tidak jarang,
akibat penampilannya yang menakutkan, maka orang tua merasa kejangnya lama
meski sebenarnya hanya berlangsung dalam detik atau menit.
Beberapa panduan praktis menangani anak kejang demam:
- Tetap tenang, jangan panik, amati kondisi anak dengan seksama
- Baringkan anak/bayi di tempat yang aman (lantai)
- Saat anak kejang, jangan di "rejeng" (untuk mencegah terjadinya fraktur)
- Cegah agar saat kejang anak tidak tersedak (posisi anak tengkurap atau miring)
- Jangan taruh benda apapun di dalam mulut anak (misalnya sendok)
FEVER MEDICATION (OBAT DEMAM)
Ibuprophen Acetaminophen Acetosal Metamizole
Effect NYERI, demam, fever, inflamasi DEMAM, nyeri Nyeri, demam,
inflamasi Nyeri, demam, inflamasi
Dosis 5-10 mg/kg 10-15 XX XX
Efek samping Iritasi lambung/saluran cerna (perdarahan), Gangguan ginjalJangan berikan bila anak muntah2 dan atau diare Paling aman - asalkan dosisnya tidak berlebihanBila overdosis, dapat menyebabkan kerusakan hati Sindrom Reye (gangguan otak dan hati), iritasi lambungTidak dianjurkan: Anak < 12 tahun, infeksi virus Bone marrow suppression
Beberapa prinsip yang perlu dicatat:
- Jangan berikan 2 obat demam misalnya acertaminophen dengan ibuprofen atau acetaminophen dengan aspirin.
- Sebaiknya jangan campur acetaminophen dengan phenobarbital (luminal). Luminal menekan ensim hati yang kerjanya menetralisir acetaminophen sehingga kadar acetaminophen di darah akan meningkatkan dan meningkat pula risiko intoksikasi acetaminophen.
- Jangan campur obat demam dengan steroid (prednison, oradexon, kenacort, dll) karena steroid akan meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna.
- Acetaminophen merupakan obat yang paling aman selama dosisnya diberikan dengan tepat (tidak berlebih).
- Jangan obati demam yang tidak tinggi.
- Jangan berikan aspirin (ASETOSAL/ASPILET) pada anak < 12 tahun. Pada infeksi virus, aspirin akan meningkatkan risiko SINDROM REYE, suatu kondisi berat yang mmenyebabkan gagal hati dan penurunan kesadaran.
1. Umumnya, demam bukan merupakan kondisi yang membahayakan jiwa. Demam justru merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang membantu kita membasmi infeksi, yang paling penting adalah mencari tahu penyebab demam dan memahami saat orang tua harus mengontak dokter anaknya.
2. Oleh karena itu, bila demam tidak tinggi, jangan berikan obat demam, tidak perlu dikompres, minum banyak saja.
3. Obat demam dan kompres hangat hanya diberikan bila demam tinggi atau anak merasa "uncomfortable".
4. Upaya yang penting lainnya adalah mencegah komplikasi dehidrasi dengan memberikan anak minum lebih dari biasanya.
DEMAM
Demam adalah kondisi dimana otak mematok suhu di atas setting normal yaitu di
atas 38C. Namun demikian, panas yang sesungguhnya adalah bila suhu > 38.5C.
Akibat tuntutan peningkatan setting tsb maka tubuh akan memproduksi panas.
3 FASE DEMAM:
1. menggigil - sampai suhu tubuh mencapai puncaknya,
2. lalu menetap
3. dan baru akhirnya turun
BAGAIMANA DAN MENGAPA TIMBUL DEMAM?
~ Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya suatu molekul kecil di dalam tubuh kita yang disebut dg PIROGEN - ZAT PENCETUS PANAS.
~ Apa yg menyebabkan terjadinya peningkatan pembentukan pirogen? Banyak, seperti infeksi, radang, keganasan, alergi, teething, dll.
INFLAMMATION - FEVER
Pertama, RADANG. Apa sih radang itu? Infeksi?
1. Dalam bahasa inggris, radang adalah INFLAMMATION, bukan infection. Dengan demikian, radang bisa disebabkan oleh infeksi tetapi bisa juga bukan karena infeksi.
2. Kalau karena infeksi, bisa infeksi kuman (bakteria) atau karena infeksi virus, jamur,parasit; tetapi kebanyakan infeksi pada bayi dan anak disebabkan oleh virus.
3. Apa penyebab radang yang bukan infeksi? Bisa alergi (yang tersering), bisa juga trauma, tumbuh gigi (teething), atau karena penyakit autoimun (ada kesalahan "program" di dalam tubuh dimana organ tubuh dikira sebagai "musuh" dan diserang oleh sistem imun.
Kedua, INFEKSI itu apa?
1. Infeksi adalah masuknya jasad renik (micro organisms atau mahluk hidup yg sangat kecil yang umumnya tidak dapat dilihat dengan mata) ke tubuh kita.
2. Masuknya micro-organisms tersebut belum tentu menyebabkan kita jatuh sakit, tergantung banyak hal antara lain tergantung seberapa kuat daya tahan tubuh kita.
3. Bila sistem imun kita kuat, mungkin kita tidak jatuh sakit atau kalaupun sakit, ringan saja sakitnya, bahkan tubuh kita selanjutnya membentuk zat kekebalan (antibodi). Mikro organisme atau jasad renik tsb bisa kuman/bakteri, bisa virus, jamur, dll
Ketiga, DEMAM. Apakah demam itu PENYAKIT ATAU GEJALA?
1. Demam bukan penyakit, demam adalah gejala bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di dalam tubuh kita. Batuk, muntah, diare juga bukan penyakit, melainkan gejala. Berhadapan dengan gejala-gejala tersebut, yang terpenting adalah mencari tahu APA PENYEBABnya.
2. Apakah DEMAM ITU PASTI INFEKSI? Belum tentu, meski yang terbanyak adalah akibat infeksi. Pada bayi dan anak kebanyakan adalah infeksi virus.
MENGAPA KALAU INFEKSI HARUS DEMAM?
Sudah terbukti bahwa demam sengaja dibuat oleh tubuh kita sebagai upaya membantu tubuh menyingkirkan infeksi.
Pd saat terserang infeksi, maka tentunya tubuh harus membasmi infeksi tsb. Caranya? Dengan mengerahkan sistem imun. Pasukan komando untuk melawan infeksi adalah sel darah putih dan dalam melaksanakan tugasnya agar efektif dan tepat sasaran, sel darah putih tidak bisa sendirian, diperlukan dukungan banyak pihak termasuk pirogen. Pirogen itu membawa 2 misi:
1. Mengerahkan sel darah putih atau leukosit ke lokasi infeksi
2. Menimbulkan demam yang akan membunuh virus karena virus tidak tahan suhu tinggi, virus tumbuh subur di suhu rendah.
DIMANA PERAN OBAT PENURUN PANAS?
1. Obat penurun panas, bekerja menghambat ensim Cox - sehingga pembentukanprostaglandin terganggu-yang selanjutnya menyebabkan terganggunya peningkatan suhu tubuh.
2. Obat penurun panas samasekali tidak mengobati si penyebab demam itu sendiri.
3. Obat-obatan yang justru dapat meningkatkan suhu tubuh Anti-cancer, Antibiotics (ampicillin, clox, tetra, lincomycin, Bactrim, Septrim, INH, Flagyl), Cimetidine, Primperan
Cara mengatasi demam
1. Minum banyak, karena demam dapat menimbulkan dehidrasi (baca "kerugian yg dapat terjadi karena demam").
2. Kompres anak dengan air hangat.
Kok bukan dengan air dingin? karena apabila diberi air dingin, otak kita akan menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas. Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas.
Sebaiknya kompres dilakukan ketika: anak merasa uncomfortable, suhu mencapai 40C, pernah kejang demam/keluarga dekat pernah menderita kejang demam atau anak muntah2 sehingga obat tidak bisa masuk. Cara melakukan kompres: taruh anak di bath tub mandi dengan air hangat (30-32C) atau usapkan air hangat disekujur tubuh anak. Kalau anak menolak, duduk di bath tub beri mainan & ajak bermain.
3. Beri obat penurun panas, acetaminophen atau paracetamol seperti tempra, panadol, atau paracetol, tylenol, sesuai dosis. Kapan obat penurun panas diberikan? Bila suhu di atas 38.5C, atau bila anak uncomfortable. Sebaiknya jangan berikan obat demam apabila panasnya tidak terlalu tinggi (dibawah 38.5C).
COMPLICATIONS
Demam itu umumnya justru dibutuhkan sebagai salah satu bentuk perlawanan tubuh terhadap infeksi.
Tetapi apakah ada sisi negatifnya? Kerugian yang bisa terjadi akibat demam:
1. Dehidrasi - karena pada saat demam, terjadi peningkatan pengeluaran cairan tubuh sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.
2. Kejang demam, tetapi kemungkinannya sangat kecil. Selain itu, kejang demam hanya mengenai bayi usia 6 bulan sampai anak usia 3 tahun. Terjadi pada hari pertama demam, serangan pertama jarang sekali terjadi pada usia < 6 bulan atau > 3 tahun. Gejala: anak tidak sadar, kejang tampak sebagai gerakan2 seluruh tangan dan kaki yang terjadi dalam waktu sangat singkat. Umumnya TIDAK BERBAHAYA, tidak menyebabkan KERUSAKAN OTAK.
PRINCIPLES IN FEVER MANAGEMENT
Apa yang terpenting dalam menghadapi anak demam?
1. Mencari tahu apa penyebab panasnya.
2. Dengan mengetahui permasalahan, maka kita dapat bertindak secara rasional.
Prinsip utama tata laksana demam (sesuai panduan Mayo Clinic USA) :
1. Orang tua tidak perlu panik, umumnya demam tidak membahayakan jiwa. Hal utama yang perlu dilakukan adalah mengamati perilaku anak. Bila saat suhu agak rendah anak masih tetap aktif, masih riang, masih mau main, maka kita tidak perlu cemas.
2. Jangan memberikan obat panas bila demam tidak tinggi
3. Cegah kemungkinan terjadinya dehidrasi
4. Mengetahui kapan harus cemas dan harus menghubungi dokt
Di lain pihak, setiap penyakit itu ada nature nya masing2, misalnya common cold - 3 - 10 hari - ya jangan minta 1-2 hari sembuh. Kita tidak bisa melawan alam.
American Academy of Pediatrics - membuat rekomendasi penanganan demam dengan
mencantumkan kondisi-kondisi dimana orang tua harus menghubungi dokternya:
1. Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh ³ 38C
2. Bila bayi berusia 3 - 6 bulan dengan suhu tubuh ³ 38.3C
3. Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh ³ 40C
Beberapa kondisi lainnya dimana anda perlu berkomunikasi dg dokter
1. Tidak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi
2. Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
3. Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)
4. Kejang
5. Kaku kuduk leher,
6. Sesak napas
7. Gelisah, muntah, diare
8. Sakit kepala hebat
Dengan demikian, pemeriksaan laboratorium pada hari pertama demam, umumnya tidak diperlukan kecuali pada kondisi seperti yang dikemukakan di atas.
Panduan praktis menangani anak demam:
1. Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju yang tidak tebal
2. Ekstra cairan, Minum sering:
- Air, air sup, jus buah segar yang sudah dicampur air, es batu, es krim
- Bila sering muntah atau diare, beri minuman yg mengandung elektrolit: pedialyte, oralit
- Biarkan anak memakan apa yang dia inginkan, jangan dipaksa. Hindarkan makanan yang berlemak, makanan yang sulit dicerna.
3. Tepid sponging (kompres air hangat)
Anak tidak masuk sekolah, tetapi bukan berarti harus di tempat tidur seharian.
SPONGING TO EASE FEVER
- Tidak jarang orang tua terperangah bila saya tidak memberikan obat dan menyatakan cukup kompres saja.
- Kompres hangat akan menurunkan suhu anak dalam waktu 30 - 45 menit.
- Kapan kita mengompres anak demam?
1. Uncomfortable
2. Suhu ³ 104F (40C)
3. Pernah kejang demam atau keluarga dekat pernah menderita kejang demam
4. Muntah-muntah sehingga obat tidak bisa masuk
Bagaimana cara mengompres anak demam?
1. Taruh anak di bath tub/ember mandi yang diisi air hangat bersuhu 30 - 32C; atau
2. Usapkan air hangat di sekujur tubuh bayi/anak
Bila anak menolak, suruh duduk di ember/bath tub, beri mainan, ajak bermain
MANAGEMENT OF FEBRILE CONVULSION
Orang tua sering sulit membedakan antara menggigil dengan kejang.
- Pada saat anak menggigil, anak tidak kehilangan kesadaran, tidak berhenti napasnya. Anak menggigil karena suhu demamnya akan meningkat.
Orang tua juga sulit membedakan antara kejang demam/steup - dg kejang akibat infeksi otak.
- Kejang akibat demam bersifat generalized (melibatkan seluruh tubuh), berlangsung sekejap, setelah kejang - anak sadar.
- Kejang akibat infeksi otak berlangsung lama, berulang-ulang, lehernya kaku, dan sesudah kejang, anak tidak sadar.
Sebaiknya org tua menghitung lamanya kejang dengan watch stop - tidak jarang,
akibat penampilannya yang menakutkan, maka orang tua merasa kejangnya lama
meski sebenarnya hanya berlangsung dalam detik atau menit.
Beberapa panduan praktis menangani anak kejang demam:
- Tetap tenang, jangan panik, amati kondisi anak dengan seksama
- Baringkan anak/bayi di tempat yang aman (lantai)
- Saat anak kejang, jangan di "rejeng" (untuk mencegah terjadinya fraktur)
- Cegah agar saat kejang anak tidak tersedak (posisi anak tengkurap atau miring)
- Jangan taruh benda apapun di dalam mulut anak (misalnya sendok)
FEVER MEDICATION (OBAT DEMAM)
Ibuprophen Acetaminophen Acetosal Metamizole
Effect NYERI, demam, fever, inflamasi DEMAM, nyeri Nyeri, demam,
inflamasi Nyeri, demam, inflamasi
Dosis 5-10 mg/kg 10-15 XX XX
Efek samping Iritasi lambung/saluran cerna (perdarahan), Gangguan ginjalJangan berikan bila anak muntah2 dan atau diare Paling aman - asalkan dosisnya tidak berlebihanBila overdosis, dapat menyebabkan kerusakan hati Sindrom Reye (gangguan otak dan hati), iritasi lambungTidak dianjurkan: Anak < 12 tahun, infeksi virus Bone marrow suppression
Beberapa prinsip yang perlu dicatat:
- Jangan berikan 2 obat demam misalnya acertaminophen dengan ibuprofen atau acetaminophen dengan aspirin.
- Sebaiknya jangan campur acetaminophen dengan phenobarbital (luminal). Luminal menekan ensim hati yang kerjanya menetralisir acetaminophen sehingga kadar acetaminophen di darah akan meningkatkan dan meningkat pula risiko intoksikasi acetaminophen.
- Jangan campur obat demam dengan steroid (prednison, oradexon, kenacort, dll) karena steroid akan meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna.
- Acetaminophen merupakan obat yang paling aman selama dosisnya diberikan dengan tepat (tidak berlebih).
- Jangan obati demam yang tidak tinggi.
- Jangan berikan aspirin (ASETOSAL/ASPILET) pada anak < 12 tahun. Pada infeksi virus, aspirin akan meningkatkan risiko SINDROM REYE, suatu kondisi berat yang mmenyebabkan gagal hati dan penurunan kesadaran.
1. Umumnya, demam bukan merupakan kondisi yang membahayakan jiwa. Demam justru merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang membantu kita membasmi infeksi, yang paling penting adalah mencari tahu penyebab demam dan memahami saat orang tua harus mengontak dokter anaknya.
2. Oleh karena itu, bila demam tidak tinggi, jangan berikan obat demam, tidak perlu dikompres, minum banyak saja.
3. Obat demam dan kompres hangat hanya diberikan bila demam tinggi atau anak merasa "uncomfortable".
4. Upaya yang penting lainnya adalah mencegah komplikasi dehidrasi dengan memberikan anak minum lebih dari biasanya.
Langganan:
Postingan (Atom)